Hari ini, jalan yg aku lewatin sama. Pohon, udara dan
sekitar juga sama. Bahkan awan pun berarak sama. Namun, ada satu hal yg
berbeda. Yaitu hati. Ya hati ini tak sama seperti kemarin. Mungkin kamu tak
dapat melihatnya apalagi membacanya. Bagaimana bisa kamu melihatnya kalo kita
jarang terlihat. Iya “kita”. Aku yg begitu mengagumi kamu selama ini. Ya memang
rasa itu tak seterusnya ada, tapi selalu muncul kembali. Bahkan ketika melihat
namamu saja sudah teringat. Namun sayang, kita tak pernah sebegitu dekat, tak
punya kenangan untuk diingat apalagi diceritakan. Konyol memang. Aku yg selalu
mengagumi mu dan tak henti-henti nya memikirkan mu, tak henti-henti menyebut
nama mu di sela-sela udara yg keluar dari mulutku ini. Aku selalu ingin
melihatmu, mencari-cari. Tapi ketika bertemu, aku tak berani menyapa apalagi
melihat ke arah mu. Aku hanya jalan tertunduk, pura-pura tak melihatmu.melihat
pundak mu dari belakang saja aku sudah senang. Apa pundak itu nanti akan
menopang ku ketika aku lelah? Apa akan mendekap ku ketika aku sedih? Hanya
berangan-angan, tak berharap banyak itu menyadi
nyata. Suara dan senyuman mu yg begitu khas masih terekam rapi di
otakku. Tapi ketika suara dan senyuman itu dihadapan ku. Aku hanya tertegun
malu. Bergetar, iya bergetar. Ketika kamu menggajakku untuk duduk bersama dan
ngobrol. Hati ini berdegup kencang seakan bukan di tempatnya lagi. Tangan ini
pun gemetar. Tak banyak suara yg keluar dari bibir ini. Namun dalam hati ingin
ku ceritakan semua, tapi mana bisa. Aku tak punya keberanian. Padahal moment
ini jarang sekali terjadi. Kita tak pernah berbagi kabar maupun cerita.
Bagaimana bisa aku menyukaimu?. Cinta itu memang aneh. Sering aku buang
jauh-jauh pikiran tentang mu, namun nyatanya kembali lagi.
saling menyapa dalam diam. Iya itu kata yg tepat untuk
menggambarkan semua ini. Berharap perasaan ini sampai terbaca oleh mu. Namun
tetap saja ‘tak mungkin’.